Selepas Subuh di Laino

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram
Dinginnya, subuh tak mengurungkan niatku untuk bergegas dan beranjak dari tempat tidur, ya hari ini saya dan La Ode  akan mengunjungi tempat pendaratan ikan terbesar di Kab Muna. Setelah beberapa hari di tanah Muna baru pada hari ketiga saya punya kesempatan untuk menikmati subuh di Laino yang menurut kebanyakan orang adalah momen yang tak boleh terlewatkan.
Posisi Laino yang berada tepat  di tengah daratan muna menjadikan lokasi ini merupakan tempat favorite bagi nelayan untuk memasarkan ikannya.

Suasana pagi hari di Pelelangan Ikan Laino Kab Muna
Apa yang beda dari Laino?
Jarak Laino dari tempat saya nginap tidaklah terlalu jauh, hanya sekitar 5 menit menggunakan motor. Seperti tempat pelelangan ikan lainnya, ketika sampe di laino kami langsung ditawarin berbagai macam ikan segar, mulai dari ukuran kecil hingga besar dengan harga yang relatif murah menurut saya.

Hal menarik di Laino, tersedianya lapak-lapak sederhana yang menjual ketupat, lapa-lapa (semacam gogos) lengkap dengan sayur dan sambal, kita cukup membeli ikan segar, ibu-ibu penjaga lapak ini akan membersihkan dan membakar ikan, yang dibayar hanya harga ketupat atau lapa-lapa. Setelah berkeliling mencari ikan segar saya dan ode memilih cumi, ikan cepa dan kembung untuk kami santap pagi ini  semuanya hanya 50 ribu, cukup murah bukan!!

Dari deretan lapak-lapak disekitar pelelangan mata saya tertuju pada lapak paling ujung yang dijaga oleh seorang nenek, dengan ramah nenek ini menyapa kami, “nak ikannya mau dibakar”. Namanya nenek Mina salah satu dari banyak lapak yang menyediakan jasa bakar ikan dan lauk pauk. Nenek Mina sudah 40 tahun melakoni profesi ini , dari hasil jeri payahnya nenek mina mampu menghidupi anak-anaknya, menyekolahkan hingga tamat SMA. Jemari renta nya terlihat cekatan membersihkan ikan dan cumi yang kami pesan untuk dibakarkan.

Nenek Mina sedang membersihakan ikan dan cumi
Ikan cepa siap dibakar
Cumi bakar Ala Nenek Mina
Foto bersama Nenek Mina, terima kasih untuk ikan bakar dan cumi bakarnya

“Buat kalian yang sempat traveling ke tanah Muna, jangan lewatkan ikan bakar di Laino, rasanya tak kelah sedap dengan masakan seafood di restoran-restoran”

“MUNA 22 Agustus 2014”

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram

Baca Juga

USMAN

Pemotong Ikan Usman (43) asal Maros Sulawesi Selatan. 16 tahun menjadi sopir angkot di Jayapura. Dua tahun terakhir pindah ke Sorong dan bekerja sebagai tukang

Selengkapnya »

Cerita lain Pulau Arborek

Pariwisata memberikan dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan tetapi tak jarang masyarakat lokal hanya sebagai penonton setia. Pulau Arborek menjadi salah satu destinasi wisata paling populer

Selengkapnya »