8 Jam perjalanan menuju North Carolina

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram

Ruang dapur Airbnb yang kami sewa di DC mulai rame, penghuni rumah berkumpul karena ini adalah tempat favorite melawan dingin dan tentunya banyak makanan .  Pagi ini kami akan melajutkan perjalanan ke North Carolina. Doung dan David Kolega kami dari Duke Marine Lab akan menjemput menggunakan MV 12 seat, hanya berenam sebenarnya, koper mengambil banyak tempat.

Pesan singkat masuk “Hi guys I will be there in 15 minutes” tulis David. Sebelum menuju North Carolina kami diundang makan oleh Laurie, senior staf CI yang pernah bekerja di Indonesia dan kepala burung Papua. Doung dan David akhirnya tiba kami segera beberes, dan memastikan rumah dalam kondisi bersih, dendanya lumayan jika yang punya rumah komplain gara-gara kotor.

Rumah ibu Laurie dari Airbnb tidak terlalu jauh hanya 20 menit, setiba disana ternyata Louse, suami dan anaknya sudah ada, ibu Louse bekerja untuk WWF US seorang ahli Sosial. Kami disambut gonggongan anjing hitam besar, lupa namanya. Hampir setiap rumah di amerika memelihara anjing, bagi mereka hewan piaraan ini sudah layaknya keluarga.

Ibu Laurie menyapa kami satu persatu-satu dengan bahasa Indonesia yang terdengar fasih “APA KABAR???” ya dia memang pernah lama tinggal di Indonesia. Ibu laurie mempersilahkan kami menikmati makan siang. Di meja makan makan tersedia Begel, Donat, Blueberry, Avocado, pisang dan berbagai macam juice.

        “Sebelum meninggalkan rumah ibu Laurie dan kami menyempatkan foto bersama sebagai kenang-kenangan”


Topik obrolan kami   seputar kondisi alam bentang laut kepala burung Papua. Ibu laurie sendiri punya memori bagus dan kesan tak terlupakan tentang alam Papua. Suatu saat nanti saya akan bawa anak kembali kesana, semoga alam Papua tetap terjaga ujarnya. Tak ada nasi yang dihidangkan:-) 2 potong Begel dan 1 pisang cukuplah untuk modal perjalanan 8 jam menuju North Carolina.

David tidak ikut bersama kami menggunakan MV menuju North Carolina hanya Doung sekaligus akan menjadi sopir. David akan terbang menuju Raleigh di hari yang sama. Saya di dapuk menjadi partner Doung sebagai Co-Driver (navigator). MV mulai memasuki jalanan besar yang mirip jalan Tol, menurut Doung jalanan darat adalah salah satu moda transportasi utama di Amerika yang memiliki daratan yang luas. Barang dan kebutuhan hidup di distribusikan via jalur darat menggunakan truck-truck besar.

Hanya bertahan 30 menit diskusi hangat terjadi diantara kami, setelah itu kursi bagian belakang hening (semua tertidur), melihat saya yang mulai terbawa suasana ngantuk, Doung berinisiatif “ Hi Wawan you can playing your music, I heard Indonesian Singer had a good voice”  “ Thank You Doung, let’s play, entah berapa lagu yang kami putar untuk menghilangkan kantuk. Doung selalu bercerita tentang sejarah kota-kota yang kami lewati, seperti kota awal mula pepsi New Bern City. Saya akui Doung yang berasal dari Vietnam banyak tahu tentang amerika negara yang telah dia tinggali selama 12 tahun.

We almost arrived one hour to go, suara Doung memecah keheningan di dalam MV, kita akan berenti sejenak dan mencari kopi untuk menghangat badan. Suhu 1 derajat masih sangat dingin bagi kami yang berasal dari daerah tropis, tubuh masih butuh adaptasi.

Gemerlap lampu jalan dan kota mulai terlihat, Welcome to Morehead City one of the biggest city in North Carolina, our destination after this. Tak seperti DC kota kota disini relatif sepi,  rame ketika musim panas, banyak orang yang akan datang berlibur. Kami melewati dua jembatan panjang yang kiri kanannya terpakir rapi speed boat, yaa kami akhirnya tiba di kota Beaufort kota pesisir yang penuh sejarah. Rumah-rumah tua berjejer, kebanyakan berlapiskan kayu, tak banyak kendaraan yang lalu lalang.

Jam menujukkan pukul 8 malam, kami tiba di rumah sewa Airbnb. Waoo indah sekali ini seperti rumah di film-film, halaman luas dihiasi lampu taman, kursi malas dan model rumah gaya klasik. Doung mencoba membuka pintu dengan kombinasi yang telah dikirimkan oleh pemiliknya melalui email. Pintu rumah tak kunjung terbuka, entah berapa kali tetap tak berhasil. Doung mencoba menghubungi pemilik rumah via sambungan telpon dan dituntun menemukan kunci manual. Namun kunci itu tak kunjung kami temukan juga.

Kaget dari arah jalan mobil polisi muncul, meskipun serine tak berbunyi tapi jelas terlihat itu lampu mobil polisi. Hello guys good evening, we just got a call from the house owner, he was watched you all in CCTV to tried open the door, I think you guys come to wrong house, please check it again. Seketika semua terdiam, Doung tak berenti meminta maaf pada pak polisi yang datang dengan 6 mobil. Setelah dicek baik-baik ternyata rumah yang kami sewa disebelahnya 🙂  rumah yang lebih kecil dan tak memiliki halaman. Pak Polisinya ramah dan baik, respon mereka cepat juga ternyata, heheh 

Bagikan

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram

Baca Juga

USMAN

Pemotong Ikan Usman (43) asal Maros Sulawesi Selatan. 16 tahun menjadi sopir angkot di Jayapura. Dua tahun terakhir pindah ke Sorong dan bekerja sebagai tukang

Selengkapnya »

Cerita lain Pulau Arborek

Pariwisata memberikan dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan tetapi tak jarang masyarakat lokal hanya sebagai penonton setia. Pulau Arborek menjadi salah satu destinasi wisata paling populer

Selengkapnya »